Cara Aman Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Panduan yang Wajib Diketahui

EDUKASI, HEADLINE249 Dilihat

Cara Aman Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

PALEMBANG, SEKON.IDKebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, kantor, sekolah, pusat perbelanjaan, maupun tempat usaha. Dalam banyak kasus, api yang masih kecil sebenarnya dapat dipadamkan sebelum membesar apabila tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan digunakan dengan cara yang benar.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara menggunakan APAR. Tidak sedikit orang yang baru menyadari pentingnya alat tersebut ketika keadaan darurat sudah terjadi. Akibatnya, mereka panik, salah menggunakan APAR, atau bahkan tidak berani mengoperasikannya.

Padahal, APAR merupakan salah satu perangkat keselamatan yang dirancang untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal sebelum api membesar. Penggunaan APAR yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan, mencegah api menyebar, dan memberikan waktu bagi penghuni untuk melakukan evakuasi sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Karena itu, setiap orang sebaiknya memahami fungsi APAR, jenis-jenisnya, serta langkah-langkah penggunaannya agar dapat bertindak cepat dan aman saat menghadapi kebakaran.

Apa Itu APAR?

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah alat pemadam portabel yang digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal. APAR berisi bahan pemadam tertentu yang disesuaikan dengan jenis kebakaran yang akan ditangani.

APAR umumnya ditempatkan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau, seperti:

  • Rumah tinggal.
  • Perkantoran.
  • Sekolah.
  • Hotel.
  • Rumah sakit.
  • Gedung bertingkat.
  • Pusat perbelanjaan.
  • Pabrik.
  • Gudang.
  • Kendaraan operasional tertentu.

Keberadaan APAR merupakan bagian penting dari sistem keselamatan kebakaran.

Mengapa APAR Sangat Penting?

Pada menit-menit pertama kebakaran, ukuran api biasanya masih relatif kecil. Jika ditangani dengan benar, api dapat dipadamkan sebelum menyebar ke ruangan lain.

Namun, perlu dipahami bahwa APAR bukan digunakan untuk melawan kebakaran yang sudah membesar atau membahayakan keselamatan jiwa. Dalam kondisi tersebut, prioritas utama tetap melakukan evakuasi dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kenali Jenis-Jenis APAR

Sebelum menggunakan APAR, penting untuk mengetahui bahwa setiap APAR dirancang untuk jenis kebakaran tertentu.

1. APAR Dry Chemical Powder

Jenis ini merupakan APAR yang paling banyak digunakan karena dapat digunakan untuk beberapa jenis kebakaran, seperti:

  • Kebakaran benda padat (kayu, kertas, kain).
  • Kebakaran cairan yang mudah terbakar.
  • Kebakaran akibat listrik yang masih bertegangan.

APAR jenis ini banyak ditemukan di rumah, kantor, maupun tempat usaha.

2. APAR Karbon Dioksida (CO₂)APAR karbon dioksida umumnya digunakan untuk:

  • Kebakaran akibat peralatan listrik.
  • Ruang server.
  • Panel listrik.
  • Peralatan elektronik.

Keunggulannya adalah tidak meninggalkan residu setelah digunakan.

3. APAR Foam (Busa)

Jenis ini efektif digunakan pada kebakaran yang melibatkan cairan mudah terbakar.

Namun, APAR foam tidak dianjurkan digunakan pada instalasi listrik yang masih bertegangan.

4. APAR Water (Air)

APAR berbahan air digunakan untuk kebakaran benda padat seperti:

  • Kayu.
  • Kertas.
  • Kardus.
  • Kain.

Jenis ini tidak boleh digunakan pada kebakaran listrik maupun kebakaran minyak karena dapat memperbesar risiko.

Kapan APAR Sebaiknya Digunakan?

APAR hanya digunakan apabila:

  • Api masih kecil.
  • Sumber api masih terlihat jelas.
  • Jalur evakuasi masih terbuka.
  • Pengguna merasa aman untuk melakukan pemadaman.
  • Tidak terdapat asap tebal yang menghalangi pandangan.

Apabila api sudah membesar, ruangan dipenuhi asap, atau kondisi tidak aman, segera tinggalkan lokasi dan fokus pada penyelamatan diri.

Langkah-Langkah Menggunakan APAR

Salah satu cara yang paling mudah diingat adalah prinsip “TARIK – ARAHKAN – TEKAN – SAPU”.

1. Tarik Pin Pengaman

Pegang APAR dalam posisi tegak.

Tarik pin atau segel pengaman yang berada di bagian atas tabung.

Pin berfungsi mencegah APAR aktif secara tidak sengaja.

2. Arahkan Nozel ke Pangkal Api

Banyak orang melakukan kesalahan dengan menyemprot bagian atas kobaran api.

Padahal, yang harus diarahkan adalah pangkal api, yaitu sumber tempat api berasal.

Jaga jarak yang aman sesuai petunjuk penggunaan APAR.

3. Tekan Tuas

Tekan tuas secara perlahan namun mantap agar bahan pemadam keluar.

Tetap pegang APAR dengan kedua tangan agar arah semprotan tetap stabil.

4. Sapu Semprotan ke Kanan dan Kiri

Gerakkan semprotan secara perlahan dari sisi kiri ke kanan pada bagian bawah api hingga api benar-benar padam.

Jangan berhenti hanya karena kobaran api tampak mengecil. Pastikan tidak ada bara api yang masih menyala.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menggunakan APAR

Sebelum memutuskan menggunakan APAR, lakukan beberapa pemeriksaan sederhana.

Pastikan Api Masih Kecil

Jika api sudah menjalar ke langit-langit atau memenuhi ruangan, jangan mencoba memadamkannya sendiri.

Pastikan Jalur Evakuasi Aman

Selalu posisikan diri dengan jalur keluar berada di belakang Anda.

Dengan demikian, apabila api membesar, Anda dapat segera menyelamatkan diri.

Periksa Kondisi APAR

Pastikan:

  • Segel masih utuh sebelum digunakan.
  • Tekanan tabung berada pada indikator normal (untuk APAR yang memiliki manometer).
  • Tidak terdapat kerusakan pada selang atau tabung.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Berikut beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat menggunakan APAR.

Menyemprot Bagian Atas Api

Api akan terus menyala apabila sumber panas di bagian bawah tidak dipadamkan.

Terlalu Dekat dengan Api

Jarak yang terlalu dekat meningkatkan risiko terkena panas atau semburan api.

Menggunakan APAR yang Tidak Sesuai

Misalnya menggunakan APAR berbahan air pada kebakaran akibat listrik atau minyak.

Hal tersebut justru dapat memperbesar bahaya.

Terlalu Lama Bertahan

Jika dalam beberapa detik api tidak juga mengecil atau justru membesar, segera hentikan upaya pemadaman dan lakukan evakuasi.

Setelah Api Padam

Meskipun api telah padam, beberapa langkah berikut tetap perlu dilakukan:

  • Pastikan tidak ada titik api yang masih menyala.
  • Jangan langsung meninggalkan lokasi.
  • Hubungi petugas apabila masih terdapat asap atau potensi kebakaran kembali.
  • Laporkan kejadian kepada pihak yang berwenang apabila terjadi di kantor atau fasilitas umum.
  • Isi ulang atau ganti APAR yang telah digunakan agar siap dipakai kembali jika diperlukan.

Cara Merawat APAR

APAR juga memerlukan pemeriksaan berkala agar tetap berfungsi dengan baik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Simpan APAR di tempat yang mudah dijangkau.
  • Jangan menghalangi akses menuju APAR.
  • Periksa masa berlaku dan kondisi tabung secara berkala.
  • Pastikan indikator tekanan berada pada posisi normal.
  • Lakukan servis atau pengisian ulang sesuai rekomendasi produsen atau penyedia layanan.

Perawatan yang baik akan memastikan APAR dapat digunakan secara optimal ketika keadaan darurat terjadi.

Mengapa Edukasi Penggunaan APAR Penting?

Banyak kebakaran besar bermula dari api kecil yang tidak segera ditangani. Dengan pengetahuan mengenai penggunaan APAR, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan kebakaran pada tahap awal tanpa membahayakan diri sendiri.

Namun, penting untuk diingat bahwa APAR bukanlah alat untuk melawan kebakaran besar. Keselamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama. Apabila kondisi sudah tidak aman, segera tinggalkan lokasi, lakukan evakuasi, dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Kesimpulan

APAR merupakan alat keselamatan yang sangat penting untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal. Agar dapat berfungsi secara efektif, setiap orang perlu memahami jenis APAR, cara penggunaannya, serta kapan alat tersebut aman digunakan.

Prinsip sederhana Tarik pin, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, dan sapukan semprotan ke kiri dan kanan dapat menjadi pedoman dasar saat menghadapi kebakaran kecil. Namun, apabila api sudah membesar, asap semakin tebal, atau situasi tidak lagi aman, jangan memaksakan diri menggunakan APAR. Prioritaskan evakuasi, pastikan seluruh penghuni berada di tempat aman, dan segera hubungi petugas pemadam kebakaran.

Meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan APAR merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di rumah, tempat kerja, maupun fasilitas umum. Dengan kesiapsiagaan dan tindakan yang tepat, risiko kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan, sementara keselamatan diri dan orang lain tetap menjadi prioritas utama. (rd)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *