Cara Menghadapi Orang yang Mengalami Kejang, Tetap Tenang dan Lakukan Langkah Ini

EDUKASI, HEADLINE117 Dilihat

Cara Menghadapi Orang yang Mengalami Kejang

PALEMBANG, SEKON.IDKejang merupakan kondisi yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sering kali membuat orang di sekitarnya panik. Saat seseorang mengalami kejang, tubuh dapat bergerak atau bergetar tanpa kendali, disertai penurunan kesadaran. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru tentang cara menolong orang yang sedang kejang. Ada yang mencoba menahan gerakan tubuh korban, memasukkan sendok ke dalam mulut, memberikan minuman, bahkan memaksa membuka rahang korban. Padahal, tindakan-tindakan tersebut justru berisiko menyebabkan cedera tambahan.

Pengetahuan mengenai pertolongan pertama yang benar sangat penting. Langkah yang tepat dapat membantu menjaga keselamatan korban hingga kejang berhenti atau bantuan medis tiba.

Apa Itu Kejang?

Kejang adalah kondisi ketika terjadi aktivitas listrik yang tidak normal di otak sehingga menyebabkan gerakan tubuh yang tidak terkendali, perubahan kesadaran, atau keduanya.

Kejang tidak selalu berarti seseorang menderita epilepsi. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai penyebab lain, seperti:

  • Demam tinggi pada anak (kejang demam).
  • Cedera kepala.
  • Stroke.
  • Kadar gula darah yang sangat rendah.
  • Gangguan keseimbangan elektrolit.
  • Infeksi tertentu.
  • Efek samping obat atau zat tertentu.

Karena penyebabnya beragam, setiap kejadian kejang perlu disikapi dengan hati-hati.

Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Kejang

Gejala kejang dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang umum antara lain:

  • Tubuh kaku kemudian diikuti gerakan menyentak yang berulang.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Mata melirik ke atas atau menatap kosong.
  • Rahang mengatup rapat.
  • Air liur keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Napas tampak tidak teratur selama kejang.
  • Setelah kejang berhenti, korban tampak bingung, mengantuk, atau lemas.

Tidak semua kejang disertai gerakan hebat. Pada beberapa kasus, seseorang hanya tampak melamun atau kehilangan respons selama beberapa saat.

Langkah yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Mengalami Kejang

1. Tetap Tenang

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengendalikan kepanikan.

Kejang memang terlihat menakutkan, tetapi sebagian besar akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa menit.

Tetap tenang akan membantu Anda memberikan pertolongan dengan lebih tepat.

2. Lindungi Korban dari Cedera

Perhatikan lingkungan sekitar korban.

Singkirkan benda-benda keras, tajam, atau berbahaya seperti:

  • Kursi.
  • Meja.
  • Pecahan kaca.
  • Peralatan tajam.
  • Barang elektronik.

Apabila memungkinkan, letakkan sesuatu yang lembut, seperti jaket, bantal, atau handuk yang dilipat, di bawah kepala korban untuk mengurangi risiko benturan.

3. Jangan Menahan Gerakan Kejang

Kesalahan yang sering dilakukan adalah mencoba memegang atau menahan tubuh korban agar berhenti bergerak.

Tindakan tersebut tidak akan menghentikan kejang dan justru dapat menyebabkan cedera pada tulang, sendi, atau otot.

Biarkan kejang berlangsung sambil memastikan area di sekitar korban aman.

4. Jangan Memasukkan Apa Pun ke Dalam Mulut Korban

Masih banyak mitos yang menyebutkan bahwa orang yang kejang harus diganjal sendok, kayu, kain, atau benda lainnya agar lidah tidak tergigit.

Anggapan tersebut tidak benar.

Memasukkan benda ke dalam mulut justru dapat menyebabkan:

  • Gigi patah.
  • Cedera pada mulut.
  • Tersedak.
  • Sumbatan jalan napas.

Selain itu, seseorang tidak akan menelan lidahnya sendiri saat mengalami kejang.

5. Catat Lama Kejang

Perhatikan waktu mulai dan berakhirnya kejang.

Informasi mengenai durasi kejang akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan penilaian lebih lanjut.

Jika memungkinkan, gunakan jam atau fitur stopwatch di ponsel.

6. Longgarkan Pakaian yang Ketat

Apabila aman dilakukan, longgarkan pakaian di sekitar leher, seperti dasi, syal, atau kerah baju yang terlalu ketat.

Hal ini dapat membantu korban bernapas lebih nyaman setelah kejang berhenti.

7. Miringkan Tubuh Setelah Kejang Berhenti

Setelah gerakan kejang berhenti dan korban mulai rileks, posisikan tubuh korban miring ke salah satu sisi (posisi pemulihan/recovery position).

Posisi ini membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mengurangi risiko tersedak apabila korban muntah atau mengeluarkan air liur.

Lakukan dengan hati-hati, terutama jika dicurigai terdapat cedera pada leher atau tulang belakang.

Kapan Harus Segera Menghubungi Bantuan Medis?

Segera hubungi layanan darurat atau bawa korban ke fasilitas kesehatan apabila:

  • Kejang berlangsung lebih dari lima menit.
  • Kejang terjadi berulang tanpa korban sadar di antaranya.
  • Korban mengalami kesulitan bernapas setelah kejang berhenti.
  • Korban mengalami cedera saat kejang.
  • Kejang terjadi di dalam air.
  • Korban sedang hamil.
  • Korban menderita penyakit tertentu yang memerlukan perhatian khusus.
  • Ini merupakan kejang pertama yang dialami korban.
  • Setelah kejang berhenti, korban tidak juga sadar atau tetap tidak responsif.

Penanganan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan memastikan kondisi korban.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Beberapa tindakan berikut masih sering dilakukan, padahal dapat membahayakan korban.

Jangan Memasukkan Sendok atau Benda Lain ke Mulut

Tindakan ini tidak mencegah korban “menelan lidah” dan justru berisiko menyebabkan cedera.

Jangan Memberikan Makanan atau Minuman Saat Kejang

Korban tidak dapat menelan dengan baik selama kejang sehingga dapat tersedak.

Berikan makanan atau minuman hanya setelah korban benar-benar sadar dan mampu menelan.

Jangan Menampar atau Mengguncang Korban

Kejang tidak akan berhenti karena korban ditampar atau diguncang.

Jangan Menahan Tubuh Korban

Membatasi gerakan tubuh saat kejang justru dapat menyebabkan cedera.

Apa yang Dilakukan Setelah Kejang Berhenti?

Setelah sadar, korban biasanya mengalami fase kebingungan atau mengantuk.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Tetap dampingi korban.
  • Berikan penjelasan dengan tenang mengenai apa yang terjadi.
  • Biarkan korban beristirahat.
  • Pastikan korban tidak langsung mengemudi atau melakukan aktivitas berbahaya.
  • Anjurkan korban memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, terutama jika kejang terjadi untuk pertama kalinya atau disertai gejala lain.

Cara Membantu Mencegah Cedera Saat Kejang

Meskipun kejang tidak selalu dapat dicegah, cedera yang menyertainya dapat diminimalkan dengan cara:

  • Menjauhkan benda tajam di sekitar korban.
  • Memberikan bantalan pada kepala.
  • Menjaga area sekitar tetap longgar.
  • Tidak membiarkan banyak orang mengerumuni korban.
  • Memberikan ruang agar korban dapat bernapas dengan lebih leluasa.

Mengapa Edukasi Ini Penting?

Masih banyak mitos mengenai penanganan kejang yang beredar di masyarakat. Padahal, tindakan yang salah dapat memperburuk kondisi korban dan meningkatkan risiko cedera.

Melalui edukasi yang benar, masyarakat diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat, menjaga keselamatan korban, serta mengetahui kapan harus segera meminta bantuan tenaga medis.

Pengetahuan sederhana ini dapat menjadi bekal yang sangat berharga dalam menghadapi situasi darurat, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik.

Kesimpulan

Kejang merupakan kondisi darurat yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan yang tepat. Saat melihat seseorang mengalami kejang, hal terpenting adalah tetap tenang, melindungi korban dari benda-benda yang dapat menyebabkan cedera, tidak menahan gerakan tubuh, tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut korban, serta mencatat lamanya kejang berlangsung.

Setelah kejang berhenti, posisikan korban miring untuk membantu menjaga jalan napas dan tetap dampingi hingga kesadarannya pulih. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, terjadi berulang, atau disertai kondisi yang mengkhawatirkan, segera hubungi layanan darurat atau bawa korban ke fasilitas kesehatan.

Dengan memahami langkah-langkah pertolongan pertama yang benar, setiap orang dapat berperan dalam melindungi keselamatan korban dan mengurangi risiko komplikasi sebelum mendapatkan penanganan medis. Pengetahuan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat. (rd)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *