Konkerprov I PGRI Sumsel 2026 Tekankan Soliditas Organisasi dan Penguatan Peran Guru

DAERAH51 Dilihat

PGRI Sumsel Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Soliditas Organisasi dalam Konkerprov I Tahun 2026

Palembang, sekon.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan, kekompakan, dan soliditas organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan peran sebagai organisasi profesi guru. Pesan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Konferensi Kerja Provinsi I (Konkerprov I) PGRI Sumsel Tahun 2026 yang berlangsung di Wyndham OPI Hotel Palembang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan organisasi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Selain itu, forum juga diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus pusat organisasi, serta para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Konferensi kerja dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Selatan, Arinarsa. Turut hadir Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI Dra. Dian Mahsunah, M.Pd., Ketua PGRI Sumsel Prof. Dr. Bukman Lian, serta pengurus PGRI dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua III PB PGRI Dian Mahsunah menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan salah satu agenda strategis organisasi yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.

Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan ruang bersama untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan seluruh anggota PGRI dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang di dunia pendidikan.

“Konferensi kerja menjadi momentum untuk melihat kembali program yang telah dijalankan, mengevaluasi berbagai capaian yang ada, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilakukan pada masa mendatang,” ujar Dian.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekompakan merupakan modal penting yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran organisasi. Dalam menghadapi perubahan dan dinamika pendidikan yang semakin kompleks, organisasi profesi guru memerlukan kebersamaan yang kuat agar mampu menjalankan fungsi dan perannya secara optimal.

Menurut Dian, semangat persaudaraan, gotong royong, serta saling mendukung antaranggota harus terus dipelihara agar PGRI tetap menjadi organisasi yang kokoh dan mampu memberikan manfaat bagi para guru maupun dunia pendidikan secara luas.

“Melalui konferensi kerja ini, kami ingin terus menjaga kekompakan organisasi. PGRI harus tetap solid dan solider, saling membantu, serta mengedepankan semangat kekeluargaan dalam menjalankan roda organisasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi, seluruh proses pengambilan keputusan di lingkungan PGRI telah diatur secara jelas melalui konstitusi organisasi.

Karena itu, setiap perbedaan pandangan maupun dinamika yang muncul di internal organisasi hendaknya diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga tidak menimbulkan perpecahan ataupun konflik berkepanjangan.

Dian menjelaskan bahwa Kongres PGRI merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi. Kongres terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2024 telah melibatkan perwakilan anggota dari seluruh provinsi di Indonesia dalam proses pemilihan kepengurusan PB PGRI secara demokratis.

“Semua proses organisasi telah diatur secara jelas dalam konstitusi PGRI, mulai dari tingkat cabang hingga kongres sebagai forum tertinggi organisasi. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus diselesaikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Sumsel, Lukman Haris, menjelaskan bahwa Konkerprov I merupakan agenda wajib yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

Menurutnya, konferensi kerja tahun ini diikuti oleh sekitar 110 peserta yang berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Para peserta membawa berbagai laporan, masukan, serta pandangan terkait kondisi organisasi maupun perkembangan dunia pendidikan di daerah masing-masing.

“Konkerprov menjadi sarana untuk mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun program kerja tahun berikutnya. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah bagi seluruh pengurus untuk menyampaikan berbagai persoalan dan perkembangan yang terjadi di daerah,” ujarnya.

Lukman menyebutkan bahwa agenda utama yang dibahas dalam konferensi meliputi evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perumusan pernyataan sikap organisasi terhadap berbagai isu pendidikan dan perkembangan organisasi yang terjadi di Sumatera Selatan.

Menurutnya, berbagai masukan dari daerah sangat penting karena dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para guru di lapangan.

Dari berbagai pandangan umum yang disampaikan peserta, muncul sejumlah informasi terkait kondisi pendidikan di daerah, tantangan yang dihadapi tenaga pendidik, hingga perkembangan organisasi yang memerlukan perhatian bersama.

“Dari laporan dan pandangan umum yang disampaikan peserta, banyak informasi mengenai kondisi organisasi maupun dunia pendidikan di daerah masing-masing yang menjadi bahan evaluasi bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga menyoroti adanya dinamika organisasi yang berkembang, termasuk munculnya dualisme kepengurusan yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh anggota PGRI harus tetap berpegang pada aturan organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.

Menurutnya, persatuan dan soliditas organisasi harus menjadi prioritas utama agar PGRI tetap mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wadah perjuangan guru serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pendidikan.

“Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi,” tegas Lukman.

Di sisi lain, Kepala Kesbangpol Sumsel, Arinarsa, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konkerprov I PGRI Sumsel Tahun 2026. Ia menilai forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat kontribusi organisasi profesi guru terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Menurut Arinarsa, guru merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa karena memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.

Karena itu, hasil konferensi kerja diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi yang tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan daerah.

“Hasil konferensi kerja ini diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi dan program strategis yang mendukung pembangunan di bidang pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Sumsel secara umum,” ungkapnya.

Melalui Konkerprov I Tahun 2026, PGRI Sumatera Selatan kembali menegaskan tekad untuk terus menjaga persatuan organisasi, meningkatkan profesionalisme guru, serta memperkuat kontribusi dalam pembangunan pendidikan. Dengan soliditas yang terjaga dan program kerja yang terarah, organisasi ini berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing demi kemajuan Sumatera Selatan dan Indonesia di masa depan. (dkd)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 komentar