Puskesmas Keramasan Pantau Ibu Hamil Berisiko, Remaja 16 Tahun Dapat Pendampingan Khusus

DAERAH210 Dilihat

Puskesmas Keramasan Intensifkan Pemantauan Ibu Hamil Berisiko, Remaja 16 Tahun Dapat Pendampingan Khusus

Palembang, sekon.id – Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan Puskesmas Keramasan melalui program pemantauan langsung terhadap ibu hamil berisiko di wilayah kerjanya. Salah satu sasaran yang mendapat perhatian khusus adalah Meilani (16), warga Jalan Ki Marogan Lorong Damai RT 45 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, yang saat ini sedang menjalani kehamilan di usia remaja.

Tim kesehatan Puskesmas Keramasan melakukan kunjungan rumah pada Selasa (23/6/2026) untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

Dokter Umum Puskesmas Keramasan, dr. Wiliana, menjelaskan bahwa kehamilan pada usia 16 tahun termasuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi karena kondisi fisik dan biologis remaja umumnya belum berkembang secara optimal untuk menjalani proses kehamilan dan persalinan.

“Secara fisik dan biologis, usia ini sebenarnya belum matang dan belum sepenuhnya siap untuk mengandung. Oleh karena itu kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang mungkin muncul sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Tujuannya agar tidak terjadi komplikasi baik pada ibu maupun janin,” ujar dr. Wiliana.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi kesehatan ibu, perkembangan janin, status gizi, tekanan darah, hingga pemberian edukasi mengenai pola hidup sehat selama masa kehamilan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan kunjungan rumah tersebut merupakan bagian dari program pemantauan ibu hamil berisiko yang dilaksanakan secara terarah berdasarkan hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan.

“Kunjungan ini tidak memiliki jadwal tetap, baik harian, mingguan, maupun bulanan. Frekuensi dan lokasi kunjungan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sasaran. Setiap periode kami melakukan pemetaan sehingga ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dapat memperoleh pendampingan secara maksimal,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, seluruh wilayah kerja Puskesmas Keramasan dapat terus terpantau dan setiap ibu hamil berisiko memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara langsung.

Sementara itu, Meilani mengaku merasa terbantu dengan adanya kunjungan dari petugas kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan membuat dirinya lebih memahami berbagai hal yang harus diperhatikan selama menjalani masa kehamilan.

“Saya merasa terbantu sekali. Dengan adanya pemeriksaan seperti ini saya jadi tahu apa yang harus dijaga selama hamil. Semoga saya dan bayi dalam kandungan tetap sehat sampai nanti proses persalinan berjalan lancar tanpa kendala apa pun,” ungkapnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan oleh kader Posyandu Sejahtera, Murni Yanti. Ia menilai pemantauan langsung terhadap ibu hamil berisiko merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi di lingkungan masyarakat.

“Sebagai kader, kami selalu mendampingi dan memantau kondisi warga. Kami berharap kunjungan seperti ini terus dilakukan agar ibu hamil yang memiliki risiko tertentu mendapatkan perhatian yang layak sehingga kehamilan dapat berjalan dengan aman dan sehat,” katanya.

Menurut Murni, keterlibatan kader kesehatan menjadi bagian penting dalam membantu tenaga medis melakukan pendataan, pemantauan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Puskesmas Keramasan juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki ibu hamil berisiko, agar tidak ragu untuk berkonsultasi dan menghubungi tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan selama masa kehamilan.

Deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko dinilai menjadi langkah paling efektif dalam mencegah komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayi. Selain itu, pemeriksaan kehamilan secara berkala memungkinkan tenaga kesehatan memberikan penanganan lebih cepat apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

Melalui program pemantauan dan pendampingan yang berkelanjutan, Puskesmas Keramasan berharap kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Kecamatan Kertapati terus meningkat serta mampu mendukung upaya penurunan angka komplikasi kehamilan dan persalinan di Kota Palembang.

“Pemantauan rutin dan dukungan keluarga merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Semakin dini risiko terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya komplikasi dan memastikan ibu serta bayi tetap sehat hingga proses persalinan,” tutup dr. Wiliana. (herry)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar