Cara Menolong Korban Tersedak pada Orang Dewasa dan Anak
PALEMBANG, SEKON.ID – Tersedak merupakan salah satu kondisi darurat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, baik saat makan, minum, maupun ketika seseorang memasukkan benda asing ke dalam mulut. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Meski terlihat sederhana, tersedak dapat berubah menjadi keadaan yang mengancam nyawa apabila saluran napas tersumbat sepenuhnya. Dalam hitungan menit, korban dapat mengalami kekurangan oksigen yang berisiko menyebabkan kerusakan organ hingga henti napas apabila tidak segera mendapatkan pertolongan.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang benar. Ada yang langsung memberikan minum, menepuk kepala korban, atau bahkan memasukkan tangan ke dalam mulut tanpa mengetahui posisi benda yang menyumbat. Tindakan tersebut justru dapat memperburuk keadaan.
Karena itu, memahami langkah pertolongan pertama saat seseorang tersedak menjadi pengetahuan penting yang dapat membantu menyelamatkan nyawa.
Apa Itu Tersedak?
Tersedak adalah kondisi ketika makanan, minuman, atau benda asing masuk ke saluran napas sehingga menghambat aliran udara menuju paru-paru.
Sumbatan dapat bersifat sebagian maupun total. Pada sumbatan ringan, korban masih dapat bernapas atau batuk. Sementara pada sumbatan total, korban kesulitan bahkan tidak dapat bernapas sama sekali sehingga membutuhkan pertolongan segera.
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Tersedak
Kenali beberapa gejala berikut.
Tersedak Ringan
Korban biasanya masih mampu:
- Batuk dengan kuat.
- Berbicara meskipun terbata-bata.
- Bernapas meski terasa sesak.
Pada kondisi ini, batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda yang menyumbat.
Tersedak Berat
Korban dapat mengalami:
- Tidak mampu berbicara.
- Sulit atau tidak dapat bernapas.
- Wajah memerah lalu membiru.
- Memegang leher dengan kedua tangan (tanda universal tersedak).
- Suara napas sangat lemah atau tidak ada.
- Kehilangan kesadaran apabila sumbatan tidak segera teratasi.
Kondisi ini memerlukan pertolongan secepat mungkin.
Langkah Pertolongan pada Orang Dewasa
1. Tetap Tenang
Jangan panik.
Perhatikan apakah korban masih bisa batuk atau berbicara.
Jika masih dapat batuk dengan kuat, anjurkan korban untuk terus batuk. Jangan langsung melakukan tindakan lain karena batuk merupakan cara paling efektif untuk mengeluarkan sumbatan ringan.
2. Berikan Lima Tepukan di Punggung
Apabila korban tidak dapat berbicara atau bernapas dengan baik:
- Berdirilah di samping atau sedikit di belakang korban.
- Condongkan tubuh korban ke depan.
- Berikan hingga lima tepukan tegas menggunakan tumit telapak tangan di antara kedua tulang belikat.
Setelah setiap tepukan, periksa apakah benda penyebab sumbatan sudah keluar.
3. Lakukan Dorongan Perut (Abdominal Thrust/Heimlich Maneuver)
Jika lima tepukan belum berhasil:
- Berdiri di belakang korban.
- Lingkarkan kedua tangan di pinggang korban.
- Kepalkan satu tangan dan letakkan di atas pusar, tetapi di bawah tulang dada.
- Pegang kepalan tersebut dengan tangan lainnya.
- Lakukan dorongan cepat ke arah dalam dan ke atas.
Lakukan hingga lima kali, lalu periksa apakah sumbatan telah keluar.
Apabila belum berhasil, ulangi secara bergantian antara tepukan punggung dan dorongan perut sampai bantuan medis tiba atau korban kembali dapat bernapas.
Cara Menolong Anak Berusia Lebih dari Satu Tahun
Prinsip pertolongannya hampir sama dengan orang dewasa, tetapi tenaga yang digunakan harus disesuaikan dengan ukuran tubuh anak.
Langkah-langkahnya meliputi:
- Pastikan anak benar-benar mengalami sumbatan saluran napas.
- Berikan lima tepukan di punggung.
- Bila belum berhasil, lakukan dorongan perut dengan tekanan yang lebih ringan dibandingkan pada orang dewasa.
- Jangan menggunakan tenaga berlebihan karena dapat menyebabkan cedera.
Bagaimana Jika Korban Tidak Sadarkan Diri?
Apabila korban kehilangan kesadaran:
- Segera minta bantuan orang lain untuk menghubungi layanan medis darurat.
- Baringkan korban di tempat yang datar.
- Periksa apakah korban bernapas.
- Bila korban tidak bernapas, lakukan bantuan hidup dasar (RJP/CPR) apabila Anda memiliki pelatihan untuk melakukannya, sambil menunggu bantuan medis datang.
Jika Anda belum pernah mendapatkan pelatihan RJP, segera minta bantuan petugas medis melalui layanan darurat dan ikuti petunjuk yang diberikan.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan
Saat seseorang tersedak, hindari beberapa tindakan berikut.
Jangan Memberikan Minum
Memberikan air putih ketika saluran napas tersumbat tidak akan mengeluarkan benda penyebab tersedak dan justru dapat memperparah kondisi.
Jangan Menepuk Kepala Korban
Menepuk kepala tidak memiliki manfaat dalam mengatasi sumbatan saluran napas.
Jangan Memasukkan Jari ke Mulut Secara Membabi Buta
Mengorek mulut tanpa melihat posisi benda dapat mendorong benda masuk lebih dalam ke saluran napas.
Lakukan hanya apabila benda terlihat jelas dan mudah diambil.
Jangan Membiarkan Korban Sendirian
Selalu dampingi korban hingga kondisinya membaik atau bantuan medis datang.
Kapan Harus Segera Menghubungi Bantuan Medis?
Segera hubungi layanan darurat apabila:
- Korban tidak dapat bernapas.
- Wajah mulai membiru.
- Korban kehilangan kesadaran.
- Sumbatan tidak berhasil dikeluarkan.
- Korban tetap mengalami sesak napas setelah benda keluar.
- Korban mengalami nyeri dada atau batuk terus-menerus setelah kejadian.
Meskipun korban tampak membaik, pemeriksaan medis tetap dianjurkan apabila terdapat keluhan yang berlanjut.
Cara Mencegah Tersedak
Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Kunyah makanan hingga halus sebelum ditelan.
- Jangan berbicara atau tertawa saat mulut penuh makanan.
- Hindari makan sambil berlari atau bermain.
- Potong makanan menjadi ukuran kecil, terutama untuk anak-anak.
- Jauhkan benda-benda kecil seperti kelereng, baterai kancing, kancing baju, atau mainan kecil dari jangkauan anak.
- Awasi anak saat makan.
- Jangan memaksa anak makan sambil menangis.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat mengurangi risiko tersedak secara signifikan.
Mengapa Pengetahuan Ini Penting?
Tersedak merupakan kondisi yang dapat terjadi kapan saja tanpa diduga. Respons cepat dari orang-orang di sekitar sering kali menjadi faktor penentu keselamatan korban sebelum tenaga medis tiba.
Dengan memahami tanda-tanda tersedak dan langkah pertolongan pertama yang benar, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius sekaligus meningkatkan peluang korban untuk selamat.
Namun, penting diingat bahwa pertolongan pertama bukanlah pengganti penanganan medis. Apabila kondisi korban tidak membaik atau menunjukkan tanda-tanda gawat darurat, segera hubungi layanan kesehatan atau bawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kesimpulan
Tersedak merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Pada korban yang masih dapat batuk, dorong untuk terus batuk karena itu merupakan cara alami tubuh mengeluarkan sumbatan. Namun, apabila korban tidak dapat bernapas atau berbicara, segera berikan pertolongan berupa tepukan di punggung dan, untuk orang dewasa maupun anak di atas satu tahun, dorongan perut sesuai prosedur yang benar.
Selain mengetahui cara memberikan pertolongan, masyarakat juga perlu menghindari tindakan yang justru dapat memperburuk kondisi, seperti memberikan minum, mengorek mulut secara sembarangan, atau membiarkan korban tanpa pendampingan.
Dengan meningkatkan pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak, setiap orang dapat berperan dalam menyelamatkan nyawa anggota keluarga, teman, maupun orang lain di sekitarnya sebelum bantuan medis tiba. (rd)
Baca juga:
-
Cara Menghadapi Kebakaran Rumah Sebelum Damkar Datang, Keselamatan Adalah Prioritas
-
Menemukan Benda Mencurigakan? Jangan Disentuh, Ini Langkah yang Harus Dilakukan
-
Menemukan Orang Pingsan di Tempat Umum? Begini Cara Memberikan Pertolongan yang Tepat
-
Jangan Panik! Begini Cara Menyelamatkan Diri Saat Menghadapi Perampokan
-
Apa yang Harus Dilakukan Saat Menjadi Saksi Kejahatan? Ini Langkah Aman yang Perlu Diketahui











