Sumur Minyak Tradisional di Muba Terbakar Hebat, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

DAERAH, HEADLINE82 Dilihat

SUMUR MINYAK TRADISIONAL DI MUBA TERBAKAR HEBAT, WARGA SEMPAT PANIK

Muba, sekon.id – Suasana di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendadak gempar setelah sebuah sumur minyak tradisional dilaporkan terbakar hebat pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kobaran api yang membumbung tinggi ke udara sontak mengundang perhatian warga sekitar. Asap hitam pekat terlihat dari kejauhan dan memicu kepanikan masyarakat yang khawatir api semakin membesar serta mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumur minyak bor tersebut diduga milik seorang warga berinisial AR yang berasal dari Desa Sereka, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.

Sejumlah warga sempat berupaya melakukan pemadaman di lokasi kejadian. Namun besarnya kobaran api membuat proses penanganan tidak mudah dilakukan. Material yang mudah terbakar di sekitar sumur minyak diduga turut mempercepat penyebaran api.

Informasi awal yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu percikan api yang berasal dari mesin genset yang digunakan di sekitar area sumur. Percikan tersebut diduga menyambar material mudah terbakar hingga akhirnya memicu kebakaran besar.

Peristiwa itu sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan beredar kabar adanya korban jiwa akibat ledakan yang disebut-sebut terjadi saat kebakaran berlangsung.

Namun informasi tersebut langsung dibantah oleh pihak kepolisian. Kapolsek Sanga Desa IPTU Harun memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Anggota kami sudah turun langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” tegas IPTU Harun saat dikonfirmasi.

Menurutnya, petugas kepolisian saat ini masih melakukan pengamanan di lokasi sekaligus mengumpulkan berbagai keterangan dan data yang diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Selain itu, aparat juga masih mendata kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai besaran kerugian maupun kondisi terkini sumur minyak yang terbakar.

Peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional di wilayah Musi Banyuasin bukan kali pertama terjadi. Aktivitas pengeboran minyak tradisional yang menggunakan peralatan sederhana memiliki risiko tinggi, terutama apabila tidak didukung standar keselamatan kerja yang memadai.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan sumur minyak rakyat guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran serta memastikan seluruh aktivitas di lokasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar