Operasi 48 Jam! Polda Sumsel Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, 11.443 Butir Ekstasi dan 1,4 Kg Sabu Disita

HEADLINE, KRIMINAL57 Dilihat

Sindikat Narkoba Berkedok Jalur Ekspedisi Terbongkar, Ribuan Ekstasi dan Sabu Gagal Beredar di Sumsel

Palembang, sekon.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali mencatatkan keberhasilan besar dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Melalui operasi gabungan yang berlangsung selama 48 jam, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) dan Satgas Narcotics Investigation Centre (NIC) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan narkotika lintas provinsi yang diduga memasok barang haram ke sejumlah wilayah perkebunan dan pertambangan di Sumatera Selatan.

Operasi yang digelar pada 11 hingga 12 Juni 2026 tersebut mengungkap pola distribusi narkotika yang terorganisir dan memanfaatkan jalur logistik resmi sebagai sarana pengiriman. Dari hasil operasi itu, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial PB serta menyita barang bukti dalam jumlah besar berupa 11.443 butir pil ekstasi dan sabu seberat total 1.399,47 gram.

Keberhasilan pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel sepanjang tahun 2026. Selain menunjukkan kapasitas aparat dalam membongkar jaringan terorganisir, kasus ini juga mengungkap bagaimana para pelaku terus mengembangkan modus operandi untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Berawal dari Penggerebekan di Palembang

Pengungkapan jaringan tersebut bermula ketika tim gabungan melakukan penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran narkotika di Kota Palembang.

Hasil penyelidikan membawa petugas ke sebuah rumah kos yang berada di kawasan PTC Palembang. Dari lokasi inilah tersangka PB berhasil diamankan.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ribuan butir pil ekstasi yang diduga akan diedarkan ke berbagai wilayah di Sumatera Selatan. Total barang bukti yang ditemukan mencapai 11.443 butir ekstasi, jumlah yang dinilai sangat besar dan berpotensi merusak ribuan bahkan puluhan ribu orang apabila berhasil beredar di masyarakat.

Penangkapan tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengembangkan kasus lebih jauh dan mengungkap jaringan yang lebih luas.

Metode Controlled Delivery Ungkap Jalur Distribusi

Tidak berhenti pada penangkapan tersangka PB, tim gabungan langsung melakukan pengembangan berdasarkan hasil interogasi dan informasi yang diperoleh di lapangan.

Penyidik kemudian menerapkan metode controlled delivery atau pengiriman terkendali, sebuah teknik investigasi yang umum digunakan untuk membongkar jaringan narkotika hingga ke level distribusi yang lebih tinggi.

Melalui metode tersebut, petugas berhasil melacak dua titik distribusi lainnya yang berada di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang.

Di kantor ekspedisi yang berada di Kabupaten Lahat, petugas menemukan narkotika jenis sabu seberat 309,47 gram yang telah dikemas dan siap dikirim kepada penerima tertentu.

Sementara itu, di lokasi ketiga yang berada di Kabupaten Empat Lawang, petugas kembali menemukan paket berisi sabu dengan berat mencapai 1.090 gram.

Dengan temuan tersebut, total barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai 1.399,47 gram.

Modus Baru, Manfaatkan Jalur Ekspedisi Resmi

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah modus operandi yang digunakan para pelaku.

Jaringan tersebut diduga memanfaatkan jasa ekspedisi resmi untuk menyamarkan pengiriman narkotika. Paket-paket yang berisi sabu dikemas sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kecurigaan selama proses pengiriman.

Pola ini menunjukkan bahwa sindikat narkotika terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem logistik modern untuk menghindari pengawasan aparat.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan ini diduga menyasar wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi, khususnya daerah perkebunan dan pertambangan di Sumatera Selatan.

Beberapa daerah yang disebut menjadi target distribusi antara lain Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Musi Banyuasin, hingga Ogan Ilir.

Wilayah-wilayah tersebut dianggap memiliki potensi pasar yang besar karena tingginya mobilitas pekerja serta aktivitas ekonomi yang berlangsung setiap hari.

Terhubung dengan DPO di Ogan Ilir

Hasil pendalaman yang dilakukan penyidik juga mengungkap adanya keterkaitan tersangka PB dengan seorang pelaku lain yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku yang diketahui berinisial A tersebut diduga berperan sebagai salah satu pengendali jaringan dan berdomisili di Kabupaten Ogan Ilir.

Penyidik kini masih terus melakukan pengembangan untuk memburu keberadaan DPO tersebut sekaligus mengungkap jaringan yang lebih luas di belakangnya.

Tidak hanya itu, pengembangan perkara juga telah merambah hingga ke luar Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui koordinasi dengan Satgas NIC Bareskrim Polri, petugas berhasil mengidentifikasi serta mengamankan seorang penerima paket yang berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Saat ini individu tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Polda Sumsel: Jaringan Besar Berhasil Diputus

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antarinstansi dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks dan terorganisir.

Menurutnya, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan besarnya ancaman yang berhasil dicegah sebelum masuk ke tengah masyarakat.

“Sebelas ribu empat ratus empat puluh tiga butir ekstasi dan hampir satu setengah kilogram sabu yang berhasil kami amankan merupakan barang yang ditujukan untuk diedarkan ke wilayah-wilayah produktif Sumatera Selatan. Jaringan ini menyasar pekerja sektor perkebunan dan pertambangan yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Bersama Bea Cukai Sumbagtim dan Satgas NIC Bareskrim Polri, kami berhasil memutus salah satu rantai distribusi besar yang beroperasi lintas wilayah. Pengembangan terhadap jaringan di atasnya masih terus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan keberhasilan operasi ini merupakan bukti nyata keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda.

“Pengungkapan ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk berkembang. Sebelas ribu lebih butir ekstasi dan hampir satu setengah kilogram sabu berhasil dicegah sebelum beredar di tengah masyarakat. Ini merupakan bentuk nyata perlindungan Polri terhadap masyarakat, khususnya para pekerja dan generasi muda yang menjadi sasaran utama para pelaku. Sinergi antara Polda Sumsel, Bea Cukai Sumbagtim, dan Satgas NIC Bareskrim Polri akan terus diperkuat untuk memburu seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan Berantas Narkoba

Polda Sumatera Selatan memastikan proses penyidikan dan pengembangan perkara masih terus berjalan. Seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari kurir, pemasok, hingga pengendali jaringan, akan diburu dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Keberhasilan operasi ini sekaligus menjadi pesan tegas bagi jaringan narkotika bahwa aparat penegak hukum terus meningkatkan kemampuan dan koordinasi lintas lembaga untuk menelusuri setiap jalur distribusi narkoba, termasuk yang memanfaatkan sistem logistik resmi.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus berperan aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba diharapkan dapat terus diperkuat demi menjaga masa depan generasi bangsa. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar