Proses Forensik Tuntas, Polda Sumsel Pastikan Pemulangan Korban Bus ALS Berjalan Humanis

DAERAH, PERISTIWA80 Dilihat

Polda Sumsel Serahkan 4 Jenazah Korban Bus ALS, Identifikasi DNA Berhasil Diungkap

Palembang, sekon.id – Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara profesional dan humanis melalui penanganan korban kecelakaan lalu lintas bus Antar Lintas Sumatera (ALS).

Bertempat di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Sabtu (23/5/2026), jajaran kepolisian menggelar konferensi pers terkait penyerahan empat jenazah korban kecelakaan kepada pihak keluarga setelah seluruh proses identifikasi forensik dinyatakan selesai.

Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bersama Biddokkes Polda Sumsel dengan menggunakan metode ilmiah berbasis pemeriksaan DNA serta pencocokan data ante-mortem dan post-mortem.

Langkah cepat dan terukur yang dilakukan aparat kepolisian tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang presisi, transparan, dan penuh empati terhadap masyarakat, khususnya dalam penanganan musibah kemanusiaan dan kecelakaan massal.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa proses identifikasi terhadap korban dilakukan melalui tahapan ketat dan sesuai standar forensik internasional.

Menurutnya, sejak Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, Tim DVI bersama Biddokkes Polda Sumsel telah melaksanakan sidang rekonsiliasi untuk mencocokkan seluruh data pembanding dari pihak keluarga dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban.

“Proses identifikasi dilakukan secara profesional, ilmiah, dan akurat melalui metode pemeriksaan DNA serta pencocokan data ante-mortem dan post-mortem,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri sebagaimana tertuang dalam Nota Dinas tertanggal 22 Mei 2026 akhirnya memastikan identitas keempat korban secara sah.

Korban berinisial S berhasil dikenali melalui kecocokan separuh profil DNA dengan ibu kandungnya. Sementara dua korban lainnya berinisial SG dan SBSN teridentifikasi berdasarkan kesesuaian data genetik garis biologis keluarga.

Sedangkan satu korban lain berinisial KS berhasil diidentifikasi melalui sampel pembanding langsung berupa properti pribadi milik korban, yakni peci yang sehari-hari digunakan korban.

“Seluruh identifikasi dilakukan berdasarkan metode ilmiah yang valid sehingga identitas korban dapat dipastikan secara sah dan akurat,” jelasnya.

Setelah proses identifikasi dan administrasi medis dinyatakan lengkap, Polda Sumsel langsung memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing keluarga.

Dua jenazah diberangkatkan menuju Kota Medan, satu jenazah dipulangkan ke Kota Padang, sementara satu korban lainnya diberangkatkan menuju Kota Semarang menggunakan armada ambulans.

Untuk memastikan proses perjalanan berlangsung aman dan lancar, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel melalui unit Patroli Jalan Raya (PJR) turut memberikan pengawalan khusus terhadap iring-iringan ambulans hingga keluar wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang. Sejumlah keluarga korban tampak tak kuasa menahan tangis saat menerima kepastian identitas anggota keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan tragis tersebut.

Di sisi lain, kehadiran negara dalam penanganan musibah ini juga ditunjukkan melalui keterlibatan Jasa Raharja Sumatera Selatan yang turut hadir mengawal pemenuhan hak santunan bagi keluarga korban.

Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan bahwa kehadiran kepolisian sejak awal proses identifikasi hingga pengawalan pemulangan jenazah merupakan bentuk pelayanan responsif dan empati Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami duka mendalam.

“Kami memastikan proses penanganan korban dilakukan secara profesional, cepat, dan transparan. Kehadiran kepolisian sejak proses identifikasi hingga pengawalan pemulangan jenazah merupakan bentuk nyata pelayanan responsif dan empati institusi Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumatera Selatan juga mengingatkan seluruh operator angkutan umum serta pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.

Kepolisian meminta seluruh pihak memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum beroperasi guna meminimalisir risiko kecelakaan yang dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, Polda Sumsel memastikan proses penyelidikan terkait penyebab kecelakaan bus ALS masih terus berlangsung.

Penyidik akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor, mulai dari kondisi teknis kendaraan, faktor manusia, hingga aspek operasional angkutan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan korban maupun penyelidikan hukum dilakukan secara objektif, humanis, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku demi memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi umum di Indonesia. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah, pengawasan terhadap standar keselamatan kendaraan dan kedisiplinan operasional dinilai menjadi faktor utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed