Kisah Menyentuh Bripda Kadapi, Bantu Bayi Meninggal Hingga Antar ke Pemakaman

DAERAH, EDUKASI66 Dilihat

Haru di Palembang, Polisi Bantu Lunasi Biaya Rumah Sakit dan Pemakaman Bayi 5 Bulan

Palembang, sekon.id – Kisah haru datang dari Kota Palembang. Di tengah duka mendalam yang dialami sebuah keluarga prasejahtera akibat kehilangan buah hati mereka, sosok anggota polisi hadir memberikan bantuan dan kepedulian yang menyentuh hati masyarakat.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan, Bripda M. Kadapi, yang membantu pelunasan biaya rumah sakit hingga mendampingi proses pemakaman seorang bayi berusia lima bulan bernama Keyvano Affinata Alfarez.

Peristiwa memilukan itu bermula ketika bayi Keyvano menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Setelah menjalani perawatan medis, bayi malang tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (18/5/2026) akibat mengalami koma dan henti napas.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga, cobaan lain kembali datang. Pihak keluarga diketahui mengalami kesulitan ekonomi karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sehingga seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri.

Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan menyelesaikan administrasi rumah sakit sebelum jenazah bayi Keyvano dapat dibawa pulang ke rumah duka.

Informasi mengenai kondisi keluarga itu kemudian sampai kepada Bripda M. Kadapi.

Tanpa berpikir panjang, anggota Ditpolairud Polda Sumsel tersebut secara spontan memberikan bantuan pribadi untuk membantu melunasi sisa biaya administrasi rumah sakit yang belum terbayarkan.

Tidak hanya itu, setelah proses administrasi selesai, Bripda Kadapi juga turut mendampingi keluarga dalam proses pemulangan jenazah hingga pengantaran ke tempat pemakaman.

Jenazah bayi Keyvano kemudian dibawa dari rumah duka di kawasan Lemabang menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang untuk dimakamkan.

Tindakan sederhana namun penuh empati itu menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian sosial.

Aksi yang dilakukan Bripda Kadapi pun menuai apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai mencerminkan wajah humanis kepolisian yang benar-benar hadir membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

Langkah tersebut juga disebut sebagai implementasi nyata Program Presisi Polri dan Commander Wish “Polri Penolong” yang menekankan pentingnya kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga menghadapi situasi darurat sosial maupun kemanusiaan.

Kehadiran aparat kepolisian dalam membantu masyarakat kecil dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tindakan empati tersebut juga memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan personelnya merupakan bagian dari nilai pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Tindakan ini adalah bentuk nyata implementasi konsep Polri Penolong. Anggota kami di lapangan harus mampu hadir dengan empati dan memberikan pertolongan bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah maupun kesulitan,” ujar Kombes Pol Heru Agung Nugroho.

Menurutnya, anggota kepolisian tidak hanya dituntut hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran anggota Polri saat masyarakat membutuhkan bantuan merupakan bentuk pengabdian nyata untuk menjaga keharmonisan, solidaritas sosial, dan stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Aksi sosial yang dilakukan personel Ditpolairud Polda Sumsel tersebut menjadi contoh bahwa kehadiran polisi dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, sikap empati dan kepedulian seperti ini dinilai mampu menghadirkan rasa tenang sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Kisah Bripda Kadapi pun menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas berat aparat kepolisian, masih ada sisi kemanusiaan yang mampu menyentuh hati banyak orang. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar