Curanmor Kembali Mengganas, Motor Ojol Rp12 Juta Digondol Maling Saat Ambil Pesanan

KRIMINAL32 Dilihat

Ojol di Palembang Menangis, Motor Raib Saat Ambil Order GoFood Tengah Malam

Palembang, sekon.id – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kali ini, nasib nahas dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kehilangan sepeda motor saat sedang mengambil pesanan makanan pelanggan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Anugerah Palembang.

Korban diketahui bernama Johan Wahyudi (46), warga Palembang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (23/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, Johan tengah menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi ojek online dan menerima orderan makanan dari salah satu restoran cepat saji McDonald’s (MCD) Palembang.

Seperti biasa, korban kemudian memarkirkan sepeda motornya di sekitar lokasi untuk mengambil pesanan pelanggan. Motor tersebut disebut sudah dalam kondisi terkunci stang sebelum ditinggalkan.

Namun, hanya dalam hitungan menit, sepeda motor miliknya justru hilang tanpa jejak.

“Saya parkirkan kendaraan sepeda motor di tempat kejadian perkara. Namun ketika kembali, melihat kendaraan sepeda motornya sudah hilang atau tidak ada lagi,” ujar Johan Wahyudi saat membuat laporan polisi, Selasa (26/5/2026).

Kaget mendapati motornya raib, korban sempat berusaha mencari kendaraan miliknya di sekitar lokasi kejadian. Johan juga mencoba bertanya kepada warga dan orang-orang yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Sayangnya, upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Sepeda motor milik korban yang hilang diketahui berjenis Honda warna hitam tahun 2021 dengan nomor polisi BG 5856 AOP.

Akibat kejadian tersebut, Johan mengaku mengalami kerugian mencapai Rp12 juta.

Bagi seorang pengemudi ojek online, kendaraan roda dua bukan hanya alat transportasi biasa, tetapi menjadi sumber utama penghasilan sehari-hari.

Kehilangan motor berarti kehilangan alat untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Tak terima dengan kejadian tersebut, Johan akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk melaporkan aksi pencurian yang dialaminya.

Korban berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap kasus curanmor yang kembali marak terjadi di Kota Palembang.

“Saya harap dengan laporan ini pelaku bisa ditangkap oleh polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, petugas SPKT Polrestabes Palembang langsung menerima laporan korban untuk ditindaklanjuti.

Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Ramadhany, membenarkan adanya laporan terkait kehilangan kendaraan bermotor yang dialami pengemudi ojek online tersebut.

“Laporan korban sudah diterima oleh petugas SPKT kita dan akan diserahkan ke Unit Satreskrim Polrestabes Palembang,” ungkap Ipda Tamia Ramadhany.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Petugas Satreskrim Polrestabes Palembang diperkirakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku pencurian.

Maraknya aksi curanmor di Kota Palembang kembali menjadi perhatian masyarakat. Para pelaku diketahui kerap memanfaatkan kelengahan korban dan situasi sepi, terutama pada malam hingga dini hari.

Tidak sedikit pengendara yang menjadi sasaran meski kendaraan sudah dalam kondisi terkunci stang.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkirkan kendaraan, terutama di tempat umum maupun lokasi yang minim pengawasan.

Selain menggunakan kunci ganda, warga juga disarankan memilih lokasi parkir yang aman dan mudah dipantau guna mengurangi risiko tindak pencurian kendaraan bermotor.

Kasus yang dialami Johan Wahyudi menjadi pengingat bahwa aksi kriminal jalanan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online yang sangat bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah sehari-hari. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar