Cik Ujang Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

DAERAH75 Dilihat

Hadiri Haflah Akhirussanah di OKI, Cik Ujang Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa

OKI, sekon.id – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pondok pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan ruang persemaian lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki tanggung jawab sosial terhadap umat, daerah, dan bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan melalui Juru Bicara H. Cik Ujang, Firdaus Hasbullah, SH, MH, usai menghadiri kegiatan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Subulul Falah di Desa Tulung Harapan, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (31/5/2026).

Menurut Firdaus, kehadiran Wakil Gubernur Sumsel dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menghadiri acara seremonial, melainkan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan para ulama dan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia pendidikan keagamaan.

“Beliau menemui para ulama dan masyarakat dengan silaturahmi, dalam rangka meneguhkan komitmen, membangun kedekatan antara pemerintah dengan dunia pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren sebagai pilar pembentukan karakter bangsa,” ujar Firdaus Hasbullah.

Ia menjelaskan, Cik Ujang memandang pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu hadir untuk mendukung perjuangan para ulama dan tenaga pendidik pesantren dalam mencetak generasi penerus bangsa yang religius dan berkarakter.

Firdaus mengatakan, kehadiran Cik Ujang pada momentum Haflah Akhirussanah juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama yang selama ini konsisten membina umat melalui pendidikan Islam.

“Kami sangat bangga karena acara tadi diisi dengan Khataman Al-Qur’an, Wisuda TK, MI, MTs, dan MA Subulul Falah, serta Pengajian Haflah Akhirussanah, yang itu semua menjadi simbol keberhasilan pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlakul karimah,” tambahnya.

Menurut Firdaus, Cik Ujang memiliki pandangan jangka panjang bahwa pendidikan berbasis pesantren sangat penting sebagai benteng moral di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Pesantren dinilai bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah membangun karakter, kedisiplinan, dan nilai kebersamaan bagi generasi muda.

“Pendidikan berbasis pesantren mutlak diperlukan sebagai benteng moral sekaligus jalan mencetak generasi unggul yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” tegas Firdaus.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ulum, KH. Ahmad Masluk Ar.Rodhi, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membina umat dan mencetak generasi penerus yang religius.

Tak hanya itu, apresiasi serupa juga disampaikan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Subulul Falah, KH. Syaifuddin, yang dinilai terus istiqamah menjaga tradisi pendidikan pesantren serta memperkuat nilai moderasi dan dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat.

“Ucapan yang sama juga tadi beliau sampaikan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Subulul Falah, KH. Syaifuddin, yang terus istiqamah menjaga tradisi pendidikan pesantren dan memperkuat nilai moderasi, kebersamaan, serta semangat dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat,” jelas Firdaus.

Ia menambahkan, bagi Cik Ujang, pesantren merupakan rumah besar pendidikan karakter yang memiliki kontribusi besar terhadap masa depan bangsa.

Dari lingkungan pesantren, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan nilai moral yang tinggi.

“Pesantren adalah rumah besar pendidikan karakter. Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Dan pemerintah hadir mendukung ikhtiar besar para kiai dan guru dalam menjaga masa depan generasi,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya pendidikan keagamaan, Cik Ujang juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah harus diimbangi dengan pembangunan moral, spiritual, dan pendidikan masyarakat agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan beradab.

“Pembangunan Sumsel tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan infrastruktur moral, spiritual, dan pendidikan umat. Sebab daerah yang maju adalah daerah yang masyarakatnya memiliki ilmu, adab, dan persatuan yang kuat,” pungkas Firdaus menyampaikan pesan Cik Ujang. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar