Polda Sumsel dan BP3MI Perkuat Sinergi, Siap Lindungi Pekerja Migran dari TPPO dan Eksploitasi

DAERAH, EDUKASI21 Dilihat

Kapolda Sumsel Tegaskan Pekerja Migran Adalah Pahlawan Devisa yang Harus Dilindungi

Palembang, sekon.id – Polda Sumatera Selatan mempertegas komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang perlindungan pekerja migran Indonesia melalui penguatan sinergi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia asal Sumatera Selatan, sekaligus mencegah berbagai bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan dan hak-hak para pekerja migran di luar negeri.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan Kepala BP3MI Sumatera Selatan Waydiansyah beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Delegasi Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan itu membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pengawasan proses penempatan pekerja migran, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan perlindungan hukum bagi calon pekerja migran maupun pekerja migran Indonesia asal Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Sumatera Selatan memaparkan kondisi terkini penempatan pekerja migran dari wilayah Sumsel beserta berbagai tantangan yang masih dihadapi.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain masih adanya keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural, praktik perekrutan ilegal, hingga potensi eksploitasi yang dilakukan oleh jaringan tertentu yang memanfaatkan minimnya informasi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Polda Sumsel menyatakan kesiapan untuk memperkuat langkah pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan penempatan pekerja migran.

Perlindungan pekerja migran sendiri menjadi isu strategis nasional karena menyangkut keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri, perlindungan hak asasi manusia, serta upaya negara dalam memberantas praktik perdagangan orang yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.

Karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum dengan lembaga yang memiliki tugas perlindungan pekerja migran dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang maksimal, termasuk para pekerja migran yang bekerja di luar negeri.

Menurutnya, kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif yang mampu melindungi masyarakat sejak awal.

“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari negara yang wajib melindungi masyarakat. Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari berbagai potensi ancaman, termasuk tindak pidana perdagangan orang, penempatan ilegal, maupun bentuk eksploitasi lainnya. Karena itu, sinergi dengan BP3MI menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat,” tegas Kapolda Sumsel.

Ia menambahkan, kerja sama yang erat antara Polda Sumsel dan BP3MI akan memperkuat pengawasan terhadap seluruh proses penempatan pekerja migran, mulai dari tahap perekrutan, pemberangkatan, hingga penempatan di negara tujuan.

Selain itu, sinergi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pertukaran informasi serta memperkuat deteksi dini terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar calon pekerja migran Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa perlindungan pekerja migran merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Menurutnya, pencegahan terhadap perdagangan orang dan eksploitasi tenaga kerja harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi dengan BP3MI, Polda Sumsel akan terus memperkuat upaya pencegahan, edukasi, serta penegakan hukum terhadap setiap pihak yang mencoba memanfaatkan atau mengeksploitasi pekerja migran Indonesia secara ilegal. Negara harus hadir sejak awal untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang maksimal,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara kedua institusi.

Lebih dari sekadar pertemuan formal, audiensi ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk membangun sistem perlindungan pekerja migran yang lebih kuat, responsif, dan terintegrasi.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan kesiapannya mendukung program nasional perlindungan pekerja migran, implementasi Polri Presisi, serta mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk mereka yang mengabdikan diri sebagai pekerja migran di berbagai negara. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed