Sopir Truk Tewas Dikeroyok di SPBU Palembang, Polisi Ringkus Dua Pelaku dalam 20 Jam

HEADLINE, KRIMINAL82 Dilihat

Cekcok Antrean Solar Berujung Maut, Sopir Truk Tewas Ditusuk di Palembang

Palembang, sekon.idKasus pengeroyokan yang menewaskan seorang sopir truk di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, berhasil diungkap aparat kepolisian dalam waktu singkat. Peristiwa yang sempat viral di berbagai platform media sosial itu kini memasuki babak penegakan hukum setelah dua pelaku berhasil diamankan.

Korban diketahui berinisial YF (33), warga Kabupaten Banyuasin yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk. Ia meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka tusuk akibat pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pelaku pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Pengungkapan cepat kasus ini dilakukan oleh jajaran Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami Palembang, yang berhasil menangkap dua tersangka hanya dalam waktu kurang dari 20 jam setelah kejadian.

Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial OS (23) dan AP (27). Sementara satu pelaku lainnya berinisial F masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa tragis ini bermula saat korban tengah mengantre pengisian bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Jalan Noerdin Panji sekitar pukul 21.15 WIB. Di lokasi tersebut, korban diduga menegur seseorang yang menyerobot antrean, hingga terjadi cekcok mulut antara korban dan kelompok pelaku.

Meski sempat dilerai oleh petugas keamanan SPBU dan sejumlah sopir lain yang berada di lokasi, situasi sempat mereda. Namun ketegangan itu ternyata tidak benar-benar selesai.

Sekitar 30 menit setelah insiden pertama, kelompok yang terlibat kembali mendatangi lokasi SPBU dengan menggunakan beberapa sepeda motor. Tanpa banyak bicara, mereka langsung melakukan penyerangan terhadap korban yang saat itu masih berada di sekitar truk miliknya.

Korban berupaya menyelamatkan diri dengan kembali ke kendaraan dan mencoba meninggalkan lokasi. Namun dalam kondisi terluka, truk yang dikemudikannya berhenti tidak jauh dari area SPBU. Di lokasi tersebut, para pelaku kembali melakukan penyerangan sebelum akhirnya melarikan diri.

Korban kemudian dievakuasi oleh rekan sesama sopir ke Rumah Sakit Myria Palembang. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban mengalami tujuh luka tusuk di beberapa bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis.

Usai menerima laporan, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menganalisis rekaman dan barang bukti di lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan, identitas para pelaku berhasil diungkap hingga dua di antaranya ditangkap tanpa perlawanan.

Dari tangan para pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu unit truk milik korban, satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan saat penyerangan, serta pakaian yang dikenakan salah satu tersangka ketika kejadian berlangsung.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan para pelaku segera diamankan dan diproses hukum.

“Kurang dari 20 jam, dua pelaku berhasil kami tangkap. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Kami pastikan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindak kekerasan yang merenggut nyawa seseorang di wilayah hukum Kota Palembang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

Menurutnya, insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa konflik kecil di ruang publik dapat berkembang menjadi tragedi jika tidak dikelola dengan baik.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk memburu satu pelaku yang masih buron serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor untuk membantu proses penangkapan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar