Heboh Video Anak Jalanan Ngelem di Ampera, Polisi Turun Tangan dan Libatkan Dinsos

EDUKASI34 Dilihat

Viral Bocah Hirup Lem di Atas Jembatan Ampera, Polisi Bergerak Cepat Amankan Anak Jalanan

Palembang, sekon.id – Fenomena anak jalanan yang diduga menyalahgunakan zat adiktif kembali menjadi sorotan publik di Kota Palembang. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada kawasan Jembatan Ampera setelah beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah remaja berada di area atas jembatan sambil diduga menghirup lem perekat jenis Aibon.

Video yang diunggah akun Instagram “Abang Taun” itu langsung memicu reaksi luas masyarakat. Banyak warga mengaku prihatin sekaligus khawatir, mengingat aksi tersebut tidak hanya membahayakan kesehatan anak-anak, tetapi juga mengancam keselamatan mereka di kawasan yang menjadi ikon wisata Kota Palembang.

Merespons cepat video viral tersebut, jajaran Polsek Ilir Timur I Polrestabes Palembang langsung bergerak melakukan penyisiran di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak jalanan, khususnya di kawasan Pasar 16 Ilir dan area bawah Jembatan Ampera.

Kegiatan penanganan dilakukan pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 17.22 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah anak di bawah umur untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan awal, serta pembinaan secara persuasif dan humanis.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah yang dilakukan kepolisian bukan sekadar penindakan semata, melainkan bentuk perlindungan terhadap anak-anak yang dinilai rentan terpengaruh lingkungan negatif.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan dan zat adiktif,” tegas Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan.

Menurutnya, keterlibatan keluarga dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam proses pembinaan agar anak-anak tersebut tidak kembali ke lingkungan yang sama.

Fenomena anak jalanan menghirup lem sendiri bukan persoalan baru di kota besar. Lem perekat yang mudah didapat dan berharga murah kerap disalahgunakan karena dianggap mampu memberikan efek halusinasi sesaat. Namun di balik itu, bahaya yang mengintai sangat besar, mulai dari kerusakan saraf, gangguan mental, hingga ancaman kematian mendadak akibat gangguan pernapasan.

Kondisi ini juga dinilai dapat memicu gangguan ketertiban umum di ruang publik. Apalagi kawasan Jembatan Ampera dan Pasar 16 Ilir merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan luar daerah.

Karena itu, langkah cepat aparat kepolisian diapresiasi banyak pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda sekaligus upaya menjaga stabilitas keamanan di ruang publik.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penanganan terhadap anak-anak jalanan harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan perlindungan generasi muda. Setiap laporan masyarakat akan kami respons secara cepat, tepat, dan humanis. Anak-anak ini harus diselamatkan melalui pembinaan bersama agar tidak terjerumus lebih jauh,” ujarnya.

Polda Sumsel juga memastikan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan akan terus ditingkatkan, khususnya di kawasan ruang publik dan pusat keramaian yang sering dijadikan tempat berkumpul anak jalanan.

Selain itu, masyarakat dan para orang tua diminta untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungan masing-masing. Kepedulian keluarga dinilai menjadi benteng utama agar anak-anak tidak mudah terpengaruh pergaulan bebas maupun penyalahgunaan zat adiktif.

Peristiwa viral ini menjadi pengingat bahwa persoalan anak jalanan bukan sekadar soal ketertiban, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Di balik ramainya lalu lalang kendaraan dan gemerlap Jembatan Ampera sebagai simbol kebanggaan Kota Palembang, masih ada persoalan sosial yang perlu diselesaikan bersama. Anak-anak yang terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif sejatinya bukan untuk dijauhi, melainkan diselamatkan sebelum masa depan mereka benar-benar hilang di jalanan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar