728 Peserta Serbu Seleksi Beasiswa Gratis Diklat Merden di Palembang, Pecahkan Rekor

DAERAH, EDUKASI62 Dilihat

Ratusan Talenta Muda Berebut Beasiswa Sepak Bola Gratis di Palembang

Palembang, sekon.id – Antusiasme luar biasa ditunjukkan para pesepak bola muda dalam Seleksi Beasiswa Full Gratis yang digelar Diklat Merden Indonesia di Kota Palembang. Bekerja sama dengan SSB Palembang Soccer Skills (PSS), kegiatan ini sukses menarik sebanyak 728 peserta dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sumatera Selatan, Lampung, hingga Jambi.

Seleksi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (30–31 Mei 2026), menjadi salah satu agenda pencarian bakat sepak bola usia muda terbesar yang pernah digelar di Palembang dalam beberapa tahun terakhir.

Ratusan peserta dari berbagai daerah tampak memadati lokasi seleksi sejak pagi hari. Mereka datang dengan semangat tinggi untuk memperebutkan kesempatan mendapatkan beasiswa penuh sekaligus pembinaan sepak bola profesional di Diklat Merden Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung CEO Diklat Merden Indonesia, H. Rokhman Supriyadi, bersama tiga pelatih dari Diklat Merden Indonesia. Turut hadir Ketua Askot PSSI Palembang Muhamad David, Ketua Umum SSB PSS Edi Triono, serta sejumlah pelatih dan pemilik SSB dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

CEO Diklat Merden Indonesia, Rokhman Supriyadi yang akrab disapa Babe, mengaku bangga melihat tingginya animo peserta yang mengikuti seleksi di Palembang.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 728 orang berhasil melampaui dua agenda seleksi sebelumnya yang digelar di Bengkulu dan Riau.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta di Palembang sangat luar biasa. Jumlah peserta kali ini menjadi yang terbanyak dibandingkan seleksi yang pernah kami laksanakan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pembinaan sepak bola usia muda,” ujar Rokhman.

Ia mengatakan, tingginya minat peserta menjadi sinyal positif bahwa gairah pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Selatan terus berkembang.

Rokhman berharap, dari ratusan pemain muda yang mengikuti seleksi tersebut nantinya akan lahir talenta-talenta terbaik yang mampu berkembang menjadi pemain profesional dan berprestasi di level nasional maupun internasional.

Menurutnya, Diklat Merden Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan pemain muda berbakat. Pada musim lalu, lembaga tersebut dipercaya memegang lisensi PSBS Biak untuk kategori Elite Pro Academy (EPA) U-16, U-18, dan U-20.

Tak hanya itu, sebanyak 17 pemain binaan Diklat Merden Indonesia kategori U-17 juga berhasil memperkuat klub-klub peserta kompetisi BRI Liga 1 musim lalu.

“Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan benar-benar serius dan memiliki jenjang yang jelas untuk masa depan pemain,” katanya.

Rokhman menjelaskan, pembinaan di Diklat Merden Indonesia tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknik dan taktik sepak bola semata, tetapi juga fokus membangun karakter, disiplin, serta pendidikan agama para pemain.

Ia menilai, mental dan karakter menjadi faktor penting dalam membentuk pesepak bola profesional yang berkualitas.

“Di Diklat Merden Indonesia, para pemain dibiasakan bangun pukul 04.00 pagi untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah dan mengaji. Setelah itu mereka menjalani latihan, sekolah, lalu kembali berlatih pada sore hari. Khusus pemain muslim, setiap selesai salat Subuh wajib menyetorkan hafalan ayat Al-Qur’an,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Palembang, Muhamad David, memberikan apresiasi atas terselenggaranya seleksi beasiswa gratis tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka peluang lebih luas bagi pemain muda berbakat agar mendapatkan pembinaan yang lebih profesional dan terarah.

David menilai, semakin banyak pihak yang peduli terhadap pembinaan sepak bola usia dini, maka peluang kemajuan sepak bola di Kota Palembang dan Sumatera Selatan juga akan semakin besar.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak berbakat untuk berkembang lebih jauh. Semoga ke depan semakin banyak pemain asal Sumsel yang mampu bersaing di level nasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum SSB PSS, Edi Triono, menyambut baik kepercayaan Diklat Merden Indonesia yang menggandeng SSB PSS sebagai mitra penyelenggara seleksi di Palembang.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi jembatan bagi para pemain muda berbakat di Sumatera Selatan untuk menggapai jenjang yang lebih tinggi dalam karier sepak bola mereka.

Menurut Edi, tingginya jumlah peserta membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap sepak bola usia dini masih sangat besar dan membutuhkan wadah pembinaan yang tepat.

“Semoga dari kegiatan ini lahir pemain-pemain potensial yang nantinya bisa membawa nama Sumsel di kancah nasional bahkan internasional,” katanya.

Dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang, seleksi beasiswa gratis Diklat Merden Indonesia di Palembang menjadi bukti nyata bahwa potensi sepak bola usia muda di Sumatera Selatan terus berkembang.

Para peserta terbaik nantinya akan mendapatkan kesempatan bergabung dan menempuh pendidikan serta pembinaan sepak bola secara penuh di Diklat Merden Indonesia sebagai langkah awal menuju karier profesional di dunia sepak bola. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar