Ngeri! IRT di Kertapati Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pelecehan oleh Kenalan Sendiri
Palembang, sekon.id – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pria yang dikenalnya sendiri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian wajah, leher, dan lengan kiri.
Tidak terima atas perlakuan yang dialaminya, korban berinisial AS (50), warga Jalan Abikusno, Kecamatan Kertapati, Palembang, mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi, Sabtu (30/5/2026) sore.
Di hadapan petugas, AS menuturkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 20.30 WIB saat dirinya bersama seorang temannya tengah mengendarai sepeda motor hendak pulang ke rumah.
Namun setibanya di Jalan Abikusno, Kecamatan Kertapati, korban mengaku tiba-tiba dihadang oleh terlapor berinisial SU.
Menurut korban, pelaku langsung menerkam sepeda motor yang dikendarainya hingga kendaraan tersebut berhenti mendadak di lokasi kejadian.
“Saat motor berhenti, terlapor langsung memukul wajah saya pak dan mencekik leher saya,” ujar AS saat memberikan keterangan kepada petugas di Polrestabes Palembang.
Korban mengaku sempat berusaha melawan dan menyelamatkan diri dari aksi pelaku. Namun situasi semakin mencekam ketika terlapor disebut mengeluarkan senjata tajam dari pinggang sebelah kirinya.
Beruntung, korban sempat menahan senjata tajam tersebut sehingga hanya mengenai bagian lengan kirinya.
“Dia mengeluarkan senjata tajam, saya tahan dan kena lengan kiri saya,” katanya.
Dalam kondisi panik, korban berusaha melarikan diri. Namun menurut pengakuannya, pelaku terus mengejar dirinya.
Tak hanya itu, korban juga mengaku sempat mengalami tindakan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh terlapor di lokasi kejadian.
“Saya berusaha berlari untuk menyelamatkan diri tapi masih dikejar terlapor. Bahkan saat itu terlapor sempat melakukan tindakan asusila,” ujarnya.
Beruntung, saat kejadian berlangsung ada warga sekitar yang melihat aksi tersebut dan segera memberikan pertolongan kepada korban. Melihat kedatangan warga, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.
Korban mengungkapkan bahwa dirinya mengenal pelaku sebelumnya. Ia menduga aksi tersebut dipicu karena terlapor tidak terima lantaran cintanya ditolak korban.
“Dia itu kenalan saya, dia tidak terima kalau saya tidak suka dengannya. Saya berharap setelah melapor ini menjadi efek jera buat terlapor,” ungkap AS.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang dialami seorang ibu rumah tangga tersebut.
Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Aditian Ammar, mengatakan laporan korban telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.
“Laporannya sudah kita terima dan segera ditindak lanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang,” ujar Ipda Aditian Ammar.
Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, termasuk memeriksa keterangan korban dan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan penganiayaan disertai ancaman senjata tajam dan tindakan tidak senonoh yang dialami korban di ruang publik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami ataupun mengetahui tindak kekerasan agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. (bd)













3 komentar